Pada peta, selalu ditemukan empat arah mata angin. Ada Utara,
Timur, Selatan, dan Barat. Aturannya adalah, si Utara harus selalu berada di
atas. Mungkin waktu kalian tahu hal ini pertama kali (termasuk saya) kalian
bertanya kenapa harus utara yang ada di
atas? Sebenarnya nggak masalah kalau bukan arah utara yang ada di atas. Iya,
kan?
Pertanyaan itu mungkin dianggap angin lalu. Tapi suatu hari,
saya menemukan sebuah buku yang memuat jawaban atas hal tersebut. Begini jawabannya
...
Arah mata angin utara yang berada di atas sudah menjadi
praktik standar. Kesepakatan dicapai pada tahun 160 M ketika ahli astronomi dan
ilmuwan dari Mesir bernama Claudius Ptolemy
menggambar peta dunia yang sangat terkenal pada zamannya. Beliau ini
meletakkan utara di atas, sejak saat itu semua pembuatan peta –sampai sekarang-
mengikuti beliau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar