Rabu, 10 April 2013

Rumah Tradisional Jawa


1.       Kuncung
adalah bagian depan rumah tradisional jawa. Kuncung yang lantainya lebih rendah dari pendhapa adalah tempat pemberhentian kendaraan. Sedangkan, kuncung yang lantainya  sebidang (sama tingginya) dengan pendhapa sebagai  tempat bersantai dan tempat pertunjukan.

2.       Pendhapa
Bangunan terbuka yang berada di belakang Kuncung yang berfungsi sebagai ruang tamu atau tempat penyelenggaraan acara adat. Jika pendhapa berbentuk Joglo dengan tumpangsari dan banyak hiasan maka pemilik rumah adalah orang terpandang. Sedangkan, bagi orang kebanyakan pendhapa biasanya berbentuk limasan.

3.       Pringgitan
Ruangan yang terletak di antara Pendhapa dan Dalem Ageng ini berdungsi sebagai tempat pementasan wayang kulit yang dapat dinikmati keluarga di Dalem Ageng/ belakang kelir (layar), dan masyarakat umum di Pendhapa. Ruangan ini adalah ruangan semi privat karena terletak di antara pedhapa yang bersiat provan dan dalem ageng yang sakral.

4.       Senthong
Adalah  kamar yang ada di dalam Dalem Ageng di bawah atap Penanggap.

a) Sentong Tengah
   
Disebut tengah karena berada di tengah sentong kiwa (kiri) dan senthong tengen (kanan) atau dua saka guru di sisis belakang Dalem Ageng. Tempat ini sangat sakral karena dianggap sebagai tempat Dewi Sri (kesuburan dan kebahagiaan rumah tangga) atau disebut Pasren. Dahulu (meskipun sekarang mungkin masih ada), pada waktu musim padi, setangkai padi yang dipotong pertama kali di balut dengan kain batik dan ditempatkan di sini sebagai persembahan kepada Dewi Sri.

b) Senthong Tengen (Senthong Kanan)
    
Adalah kamar yang berada di sebelah kanan senthong tengah yang berfungsi untuk tempat tidur Bapak/Ibu kepala rumah tangga atau pemilik rumah

c) Senthong Kiwa (Senthong Kiri)
    
Berada di sebelah kiri senthong tengah yang berfungsi untuk menyimpan senjata, alat pertanian, bahkan bahan – bahan kebutuhan rumah tangga si pemilik rumah.

5.       Gandhok
Bangunan ini berfungsi untuk tempat menginap tamu atau kerabat. Gandhok Tengen untuk runag tidur wanita, sedangkan Gandhok Kiwa untk tempat tidur pria. Gandhok berbentuk memanjang yang terletak di sebelah kanan dan kiri Dalem Ageng yang dipisahkan dengan halaman terbuka. Untuk menghubungkan halaman terbuka dengan halaman rumah bagian luar dibuatlah dinding pasangan bata berpintu yang disebut Seketheng. Atap Gandhok berbentuk Kampung atau Limasan dengan variannya.



6.       Gadri
Ruangan di belakang Dalem Ageng yang menghadap ke dapur ini berfungsi sebagai tempat bersantai atau tempat makan. Atapnya yang meyatu dengan Dalem Ageng dan merupakan susunan atap ke tiga setelah Brunjung, dan penanggap ynag disebut Emper, maka Gadri ini juga disebut Emper mburi (Emper belakang). Sisi depannya tidak berdinding maupu berpintu.

7.       Longkangan
Adalah sebuah jalan, bilamana Pendhapa tidak memiliki Kuncungan dan [otomatis] tidak menyatu dengan Pringgitan. Berfungsi sebagai tempat pemberhentian kendaraan atau kereta (sehingga disebut Pareten, yaitu tempat pemberhentian kereta). Dalam perkembnagannya, ruang antara Gandhok dengan Dalem Ageng juga disebut Longkangan, namun tidak digunakan sebagai tempat pemberhentian kendaraan.

8.       Pawon
Pawon (dapur) ini letaknya di belakang Dalem Ageng, berhadapan dengan gadri yang biasa dipisahkan dengan halaman terbuka.

9.       Pekiwan
Pekiwan atau kamar mandi dibuat terpisah dengan bangunan induk, tepatnya di sebelag kiri dapur. Di dekat pekiwan terdapat sumur

Gedhogan
Gedhogan adalah sebuah kandang kuda dengan konstruksi kayu, beratap, berlantai kayu, dan tidak sebidang dengan muka tanah (panggung).  

Semoga bermanfaat Kunjungi  thisismyworld9.blogspot.com

                                                             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar